Enjoy My Wild World :)

Sweet Disposition Part 1


Tittle                           : Sweet Disposition (Part 1)

Author                        : Lia aka Liaegyo

Cast                            : Kim Jonghyun, Kim Yuna

Another Cast             : Choi Minho, Kim Heechul, Park Nada, Lee Jinki

Genre                          : Romance, Action

Rating                         : PG – 15

Yuna POV

“aisssh sudah jam berapa ini Nada belum juga datang??” gerutuku dalam hati. Sudah 1 jam lebih dari waktu kami janjian aku menunggunya. Nada adalah salah satu sahabatku yang memang terkenal dengan ketidak-on time-an nya. Sambil menyeruput ice green tea aku mencoba menghubungi handphone nya. Sudah lima kali aku mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat.

“baiklah last call” aku mencoba menelepon untuk yang terakir kalinya.

Tuuuut..

“yeobseyo” yess akhirnya diangkat. Tapi tunggu?? Sejak kapan suara Nada jadi seperti lelaki.

“yeobseyo? Yaa Nada dimana kau?? Aku sudah ada di kafe ini sejak satu jam yang lalu? Apa kau lupa kalau kau ada janji denganku??” aku mengomel tanpa henti.

“mianhe.. ini Jinki. Nada sedang di kamar mandi sekarang. Akan aku suruh nada mengubungimu ya?” kata Jinki. Dia adalah lelaki yang sudah dipacari Nada selama setahun ini.

“ne, araseo. Gomawo oppa” kututup telepon ku.

“aisssh jinca perempuan itu! Dia melupakan janji nya dengan ku demi lelaki itu?? Benar – benar menyebalkan!! Kuhabisi dia kalau bertemu denganku nanti” aku meracau sendiri sambil menghabiskan sisa green tea ku dan bersiap untuk pulang.

Ketika aku akan berdiri dan berbalik kebelakang tiba – tiba..

“Braak..”. seorang namja dengan nampan berisi minuman menabrakku.

“heey! Apa kau tidak punya mata hah?? Aiisssh sial sekali aku hari ini!!” aku sibuk mengelap baju dan rambutku yang terkena tumpahan Black Coffee milik namja itu dengan tangan. Noda hitam nya sangat terlihat di baju kaos putihku. “oow mianhe.. jeonmal mianhe..”

 

Jonghyun POV

“ne, hyung akan aku laksanakan. Ne, baiklah tunggu kabar dariku saja!” aku berbicara di telepon sambil membawa secangkir Black Coffee yang aku pesan. Tanpa aku sadari ada seorang yeoja yang berdiri tiba – tiba dan Black Coffee yang aku pesan tadi tumpah diatas kepala yeoja itu.

“yaaa panaaass!!  Hey kemana matamu hah?? Apa kau tidak melihat ada orang disini?? Aiish hari ini benar – benar sial!!” Yeoja itu menunduk membersihkan baju dan rambut nya yang terkena minumanku.

“hyung, nanti aku telepon lagi ya? Ne, araseo!” aku mematikan telepon dan segera membantu yeoja itu

“mianhe, aku benar – benar tidak melihat.. Apakah ada yang sakit? Minuman itu panas kan??” aku mencoba membantu membersihkan rambutnya dengan sapu tanganku.

“yaa kau bilang ada yang sakit atau tidak??? Apa kau gilaaa?? Minumanmu itu bisa melepuhkan kulitku tahu??” yeoja itu menatapku dengan mata yang merah sepertinya dia sangat marah kepadaku. Othoke??? Aku tidak terbiasa mengahadapi wanita. Apalagi yang sedang marah seperti ini. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat yeoja ini? Tapi dimana? Aku mencoba mengingat nya dan..

“yaa!! Apa yang kau lamunkan hah?? Apa kau tidak merasa bersalah? Aiiishh jinca..” suara yeoja itu membuyarkan lamunanku. Aah mungkin aku hanya pernah berpapasan dengannya.

“mianhe, aku benar – benar tidak sengaja percayalah?”

“bagaimana ini masa aku harus pulang dengan rambut lengket seperti ini?? Sini berikan saputanganmu!!” yeoja itu mengambil paksa saputangan yang ada tanganku tanpa sengaja tangan nya menyentuh tanganku. Hey perasaan apa ini? Kenapa tangan nya seperti ada aliran listrik? Dan kenapa jantungku berdegup kencang? Padahal hanya skinship biasa?? Ah, sudahlah yang paling penting sekarang bagaimana membuat yeoja ini tidak marah lagi.

“emm tunggu sebentar” aku keluar café menuju supermarket yang ada didepan café ini. Aku membeli sebuah handuk dan shampoo dan kembali ke café tadi. Aku berbicara dengan manajer café dan mendekati yeoja itu.

“kkaja.. ikut aku!” aku menarik tangan yeoja itu.

“mau kemana kita? Jangan – jangan kau mau menculikku??” aku hanya diam saja dan tetap menarik tangannya.

“hey kita mau kemana??” aissh ternyata yeoja ini benar – benar  tidak bisa diam.

 

Yuna POV

Namja ini menarik tanganku menuju ke belakang café. Kenapa namja ini kasar sekali menarik tanganku seperti aku ini namja sama sepertinya saja. Ternyata dia membawaku ke ruang ganti pegawai.

“pakai ini! Kau bisa memakai kamar mandi disana aku sudah meminta izin dengan manajer nya! Aku tunggu diluar!” dia memberikan ku handuk, kaos putih, dan shampoo. Ternyata dia lumayan bertanggung jawab juga. Aku masuk kamar mandi dan mencuci rambut dan bajuku yang terkena minumannya. Setelah selesai aku keluar dan melihat namja itu sedang sibuk menelepon.

“ne, Araseo.. aku sekarang sedang ada pekerjaan mendadak. Ne, aku sedang menunggu instruksi dari bos heechul. Nanti aku hubungi lagi!” aku mendengar percakapan namja itu tapi aku tidak mengerti apa.

“ooh kau sudah selesai!” namja itu berdiri dan menghampiriku.

“maaf aku tadi marah – marah kepadamu. Aku benar – benar kesal tadi! Temanku membatalkan janjinya. Ditambah kau menumpahkan minumanmu..”

“aku yang seharusnya meminta maaf tidak melihat mu berdiri.. dan..”

“sudah tidak apa – apa. Jangan dipikirkan, aku sudah tidak marah lagi”

“sebentar..” namja itu menjauh dariku untuk mengangkat telepon. Dan tak lama kemudian ia menghampiriku.

“maaf aku harus pergi, ada yang harus aku kerjakan. Maaf atas perbuatanku tadi. Siapa namamu?”

“Yuna imnida”

“Jonghyun imnida. Baiklah aku harus pergi sekarang” kami berjabat tangan dan dia pun pergi dengan terburu –buru.

“tunggu sebentar jonghyun ssi..” aku mencoba memanggilnya tapi sepertinya dia tidak mendengarku dan aku hanya bisa melihatnya pergi menjauh.

***

Kubuka pintu rumahku. Gelap. Pasti Appa belum pulang. Aku melihat sudah jam 11 malam sekarang. Appaku adalah seorang wartawan sebuah majalah politik terkenal di korea. Beritanya sering menjadi kontroversi. Bisa dibilang appaku adalah musuh para pejabat yang melakukan korupsi. Karena appa ku tidak segan – segan memberitakan yang sebenarnya tanpa takut adanya ancaman. Ya, ANCAMAN. Sudah sangat sering Appaku menerima terror karena berita yang diterbitkannya. Surat kaleng, bom Molotov, dan ancaman akan membunuh sudah jadi makanan sehari – hari appaku. Itu juga yang membuat umma ku lari dari appa dengan membawa serta adik laki – laki kesayanganku karena tidak tahan dengan pekerjaan appa yang sangat membahayakan nyawa nya maupun keluarga. Alasanku tidak mengikuti umma Karena aku sangat menyanyangi appaku. Dan sepertinya aku juga akan mengikuti jejak appa sebagai wartawan.

Aku menuju kamar tidurku di lantai atas. Kurebahkan  badanku diatas tempat tidur sambil mengingat kejadian sore tadi. Jonghyun ssi, kenapa wajahnya selalu terbayang di kepalaku? Dia sangat misterius. Memakai jas hitam di cuaca sepanas tadi. Dan ia sibuk sekali menerima telepon. Heechul? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu? Tapi dimana? Ah, tapi nama hee chul kan banyak? Mungkin aku salah?

Drrrtt.. drrrttt.. drrrt.. telepon dari appa, tumben sekali appa meneleponku.

“Yuna ah kau harus berhati – hati jangan lupa kunci pintu, appa baru saja menerima surat ancaman lagi. Jangan pergi sendiri! Appa sangat menghawatirkanmu. Appa tidak pulang hari ini, appa harus memimpin rapat redaksi. jaga dirimu, apabila ada sesuatu yang aneh segera telepon appa. Araseo??”

“ne appa, araseo.. jaga dirimu baik – baik juga appa. Aku sayang appa”. tut tut tut. Telepon terputus.

Aku bisa mendengar nada khawatir yang teramat sangat dari cara bicara appa. apa yang barusan appa katakan membuat jantungku berdegup dengan kencang seperti ada sesuatu hal besar yang akan terjadi padaku. Perasaanku tidak tenang.

Aku mencoba menghubungi Nada.

“Nada, kau bisa menemaniku dirumah malam ini? Appa ku tidak pulang..”

“mian yuna ah aku tidak bisa, aku menjaga umma ku yang sedang sakit, mianhe.. kalau ada apa – apa telepon aku ya?”

“ne, araseo.. byee” fiuuuhh.. terpaksa aku harus tidur sendiri malam ini.

Kumainkan handphone ku dengan memutar – mutarnya di meja. Lalu aku kembali teringat dengan Jonghyun ssi. “aah pabo sekali, aku lupa mengucapkan terimakasih padanya? Kapan aku bisa bertemu lagi denganya??”

“sreeek.. sreek” aku mendengar suara aneh diluar.

Aku kebawah untuk memastikan apakah pintu dan jendela sudah terkunci dengan rapat, dan sembari mengecek asal suara tadi.

“Tok.. tok.. tok..” Siapa yang bertamu malam –malam begini?? Aku mengintip dari jendela, tapi tidak ada orang di luar.

“tok.. tok.. tok”

“nuguseyo?”  tak ada jawaban dari luar.

“nuguseyo??” panggilku sekali lagi. Tapi tetap tudak ada jawaban. aku penasaran dan membuka pintu sedikit untuk melihat siapa yang iseng mempemainkanku. Belum aku sempat melihat siapa diluar tiba – tiba sebuah tangan langsung menutup mataku secara tiba – tiba.

“kyaaaaaaaaaaaa..” aku mencoba berteriak dan memberontak. Tapi tangan itu tetap tak lepas dari mataku. Aku sangat ketakutan. Aku merasakan keringat dingin .

“lepaskan!! Tolong jangan bercanda!” sepertinya air mataku sudah mulai keluar.

“appaa tolooong!!”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.. Ini aku dan jinki Yuna ya!!! miaan membuatmu takuuut.. aku hanya ingin mengerjaimu saja! Hahahahahahaha” ternyata Nada dan Jinki yang mengerjaiku!!! Sialan mereka!!

“hahahahahahaahahaha!!” Nada dan jinki memegangi perutnya dan tidak berhenti tertawa.

“hahhahaha gomawo jagi” Nada mengecup pipi jinki manja dan kembali tertawa.

“ne, aku pamit dulu ya? Kalau ada apa – apa hubungi aku” jinki mengedipkan matanya kepada Nada dan meninggalkan kami berdua tanpa rasa bersalah karena membuatku hampir pingsan.

“kau tahu kau membuatku hampir jantungan hah?? Kau benar – benar mebuatku kesal hari ini Nada! Siang tadi kau membatalkan janjimu? Sekarang kau dan namja chingu mu sukses mempermainkan aku!” aku memasang tampang sejutek mungkin.

“miaaann Yuna sayaang?? Aku benar – benar minta maaf.. yah yah yah? Appamu tadi menelepon ku sebelum kau meneleponku! Yaah aku kan hanya ingin mengerjaimu sedikit hehehe” ucap nada manja sambil menggelayut di tanganku.

“yasudahlah, sebagai tanda permintaan maaf mu masakan aku ramyun! Aku lapar sekalii!!”

“mwo? Eeehmm baiklah yuna sayang aku juga sudah lapar lagi!” aku dan nada menuju ke dapur. Saat Nada sibuk memasak ramyun aku bercerita tentang pertemuanku dengan Jonghyun ssi. Hingga tengah malam kami bercerita sampai akhirnya kami tertidur.

 

Author POV

kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggg!!!

“eeehmm.. ah menggangu saja” Yuna mematikan weker yang ia letakkan di meja kecil disamping tempat tidurnya dan memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.

10 menit kemudian..

Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggg..

“aaaah apaaa siih? Mengganggu saja!!” Yuna melihat jam wekernya.

“hwaaaaaaaaaaaa! aku kesiangan!! Nada bangun! Nada!! Ya Nada!! Kita terlambat sekolah Nada!!”

“hmmmm apa Yuna? Makan? Aku masih ngantuk Yuna” jawab Nada malas.

“KITA TERLAMBAT SEKOLAH PABO!!” teriak Yuna

“MWORAGO???? Oh my god! bisa dicincang siwon songsaengnim kita!” Nada segera masuk ke kamar mandi dengan terburu – buru dan segera mencuci muka dan gosok gigi.

Yuna sudah didepan pintu dengan mulut yang dipenuhi roti dan sibuk memasang kaos kaki.

“Nada ppali!!” Teriak yuna dari bawah.

“sebentar aku masih memasukkan buku! Sebentaaaar!!” Nada turun dengan tergesa – gesa dan mengambil selembar roti tanpa isi di atas meja.

“kkaja, kita benar – benar terlambat hari ini”

Yuna dan Nada berlari menuju halte bus jurusan sekolah mereka. Tapi yuna merasa ada yang aneh. Daritadi sebuah BMW hitam yang sama mengikuti mereka dari rumah sampai ke sekolahan. Tapi perasaan itu Yuna simpan tanpa memberitahukannya ke Nada. Yuna hanya memikirkan bagaimana caranya bisa masuk gerbang sekolah karena gerbang sudah ditutup dan Sungmin songsaengnim sudah berdiri didalam gerbang dengan mistar besi andalannya.

“songsaemgnim, jebal izinkan aku masuk! Aku janji tidak akan telat lagi!” Yuna memasang muka sememelas mungkin, mungkin saja dengan begitu ia bisa masuk walaupun agak telat. Terlihat beberapa anak lain yang terlambat melakukan hal yang sama seperti Yuna.

“tidak. Ini sudah sangat terlambat! Dimana rumah kalian sampai – sampai terlambat sekolah? Gangwondo? Jeju? Tidak ada alasan lagi, lebih baik kalian pulang saja” Sungmin songsaengnim beranjak masuk kedalam sekolah.

“fiiuuhh yasudahlah Nada kita kembali kerumah saja?”

“mian Yuna aku dijemput Jinki oppa dia minta ditemani siaran hari ini”

“baiklah aku pulang saja kalau begitu? Aku kurang tidur semalam”

“nah itu dia jinki oppa! Yuna aku duluan ya? mmuachh” Nada mencium pipi Yuna sebelum naik ke mobil Jinki.

“bye..” Yuna melambaikan tangan kearah sahabatnya yang mulai berlalu.

Yuna mengambil handphone nya di dalam tas dan mencoba menghubungi appanya tapi tidak ada nada panggil. Akhirnya nada memutuskan untuk berjalan sendiri.

Jalanan di dekat sekolah mereka memang lumayan sepi karena memag letak sekolah nya yang agak memisah dengan rumah warga dan butuh 5 menit untuk sampai ke halte bus. Yuna berjalan sendiri dan bernyanyi kecil mengikuti nyayian yang ia dengar di Ipodnya sambil menendang kerikil – kerikil kecil yang ada di jalan. Tanpa disadarinya ada sebuah mobil BMW yang sedari tadi mengawasinya. Semakin lama mobil itu semakin mendekat kearah Yuna. Dua orang namja berpakaian hitam turun dari mobil itu dan menghampiri Yuna. Mereka mengeluarkan saputangan dan membekap mulut Yuna dari belakang.

“hhhmp lepaskaan!! Hmmp jjong…” Yuna mencoba memberontak namun ia tidak sadarkan diri karena pengaruh bius di saputangan itu.

“bos, kami sudah menangkap anaknya. Ne, akan kami bawa kesana” salah satu namja berbicara di telepon dan namja satu nya membopong Yuna masuk ke dalam mobil. Mobil pun bergerak menuju suatu tempat.

 

Jonghyun POV

Aku memasukkannya kedalam mobil dan mendudukkannya disebelahku. Aku menyibakkan rambut kecil yang menutupi mukanya.

“Deg!” jantungku berdegup cepat Ternyata yeoja ini begitu cantik ketika tertidur. bibirnya yang mungil dan hidung nya yang mancung membuat ku tidak bisa berpaling dari wajahnya.

Mobil terus melaju dengan cepat meninggalkan kota Seoul.

***

Aku adalah agen penculik bayaran. baru dua tahun aku menjalani profesi ini.  Kali ini klien kami adalah seorang anggota parlemen yang sedang terkena kasus korupsi, Kim Hee Chul. Aku tidak menyangka bahwa yeoja yang mejadi target penculikan yang sedang aku bopong ini adalah Yuna. Pantas saja aku tidak asing dengan mukanya saat pertama kali kami bertemu. Yang aku tahu Yuna adalah anak dari seorang wartawan yang mengungkap kejahatan Kim hee Chul tersebut. Ia menyuruh kami menculik Yuna karena ingin balas dendam atas perbuatan Appanya. Aku berpikir sudah berapa banyak orang yang aku culik dari awal bekerja sampai dengan sekarang.

*flashback*

karena kondisi keuangan keluargaku aku harus melakukan pekerjaan ini. aku merupakan anak tertua, appa dan umma ku sudah sudah lama meninggal dan meninggalkan 2 adik laki-laki dan 1 adik perempuan yang harus aku tanggung biaya kehidupannya. Dari kecil aku sudah biasa bekerja keras, segala pekerjaan pernah aku jalani. Pegawai restoran, pengantar pizza, guru les menyanyi, instruktur taekwondo sampai pengantar Koran sudah aku jalani. Dan pada suatu hari Minho, teman sesama instruktur taekwondo menawariku pekerjaan dengan gaji sangat besar tetapi agak sedikit beresiko. Karena pada saat itu, selain adikku Dongho akan masuk SMA, aku juga harus membiayai pengobatan adik perempuanku yang hingga sekarang msh dirawat oleh nenekku, aku menerima tawaran Minho tersebut. Aku dan minho memasuki gedung yang besar namun terkesan dingin persis seperti yang dituliskan di kertas yang dipegang minho.

“sepertinya ini alamat yang ada di kertas ini??” minho memegang selembar kertas yang udah agak kusut sambil melihat sekitar gedung yang sangat sepi.

“kkaja kita masuk mungkin kita bisa bertanya saja didalam” kataku.

Tidak ada seseorang pun yang berada di gedung tersebut. Tiba – tiba dua Lelaki besar berbaju dan berkacamata hitam mendekati kami.

“apakah kalian Kim Jonghyun dan Choi Minho?”

“ne” jawabku dan minho berbarengan.

“ikut kami” kedua lelaki tersebut berjalan didepan kami menuju sebuah ruangan yang berada di lantai 3.

“tok tok tok.. bos mereka sudah datang”

“ne, masuklah” seorang lelaki yang tidak terlalu tua dengan kacamata dan cerutu di tangannya duduk santai di kursi. Dimejanya terdapat beberapa macam botol minuman yang aku tidak tahu persis apa namanya. Aku memerhatikan sekeliling terdapat banyak sekali foto orang yang berbeda. Sebagian dari foto tersebut diberi tanda silang merah. Aku tidak tahu pekerjaan apa yang akan aku jalani ini? dan aku mempunyai firasat yang tidak terlalu enak tentang pekerjaan baruku.

“duduk” pria tua itu tadi mempersilahkan kami duduk di sofa yang terletak memisah dengan meja kerjanya dan ia duduk santai memebelakangi kami di meja kerjanya.

“aku sudah melihat profile kalian. Kalian pintar bela diri kan? Dan apa kalian tau pekerjaan apa yang akan kalian jalani sekarang??” pria itu berdiri dan menghadap jendela.

“eobseoyo” jawab minho singkat.

“bisa kalian lihat foto – foto yang ada di dinding. Tugas kalian menculik dan menghilangkan nyawa mereka”

“Deg..” aliran darahku seperti terpusat dijantung sekarang. Tebakanku benar, ternyata pekerjaanku bakal membuat hidupku berubah, entahlah berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya. Aku melihat wajah minho sekilas. Kulihat keringat mengucur di keningnya padahal ruangan tersebut bisa dibilang dingin. Aku bisa merasakan aura tegang disekeliling minho.

“Bagaimana? Kalian akan melakukannya bukan? Kalian telah mengetahui kelompok kami. Kalian tahu konsekuensinya apabila menolak.”

Kemudian aku mengingat ketiga adikku yang sedang berada dirumah. Aku berikir lama sebelum aku mengambil keputusan.

“baiklah, aku siap” jawabku mantap.

*flashback end*

Setelah 8 jam perjalanan akhirnya kami sampai di villa diatas bukit tempat persembunyian kami kali ini. aku menggendongnya turun dari mobil dan menaikkannya ke lantai atas. Kurebahkan badannya diatas tempat tidur berukuran besar yang tersedia di kamar itu. Sesuai perintah kuikat tangannya dengan seutas tali dan menutup mulutnya dengan kain agar ia tidak bersuara. walaupun lokasi villa disekitar kami sangat jauh dengan rumah warga kami berjaga – jaga dari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Setelah ia aku ikat, aku mengunci kamarnya dan turun kebawah menemui partnerku minho.

“hyung, ini tas yeoja itu.mau kita apakan?” minho memberikan tas sekolah hitam milik Yuna.

“sini, berikan kepadaku. Aku akan menyimpannya!” kuambil tas nya dan kembali keatas. aku masuk kamar disebelahnya dan duduk di sofa yang menghadap keluar jendela. Aku penasaran melihat isi didalam tas nya. Ku buka tasnya, dan mencoba mengeluarkan satu per satu isinya. Tidak ada yang menarik. Aku hanya menemukan buku, Ipod, dan saputangan. Tidak ada yang menarik. Dan pada akhirnya aku menemukan dompet berwarna biru muda. Didalamnya aku menemukan sebuah foto keluarga yang sudah agak usang. Sepasang suami istri menggendong seorang bayi dan seorang anak kecil dengan kucir kuda tampak tersenyum manis. Aku bisa menebak kalau itu adalah yuna. Ternyata wajahnya tidak berubah saat ia masih kecil hingga sekarang. Aku simpan dompetnya kedalam saku jas ku. Dan mengembalikan buku dan Ipod nya kedalam tas lagi. Aku kembali mengecek kamar Yuna. Ternyata ia belum juga sadar dari obat bius. Mungkin obat bius yang baru ini bisa tahan hingga besok pagi. aku bersandar di sofa yang berada dikamarnya dan memejamkan mata sebentar tapi tanpa sadar aku tertidur.

***

“hhhmmp hhhmmmpp hmmppphh”

Aku terbangun karena seseorang menendang sofa yang menjadi tempatku tidur.

“hhhhhmmmppp hhhmmpppp!” ternyata Yuna sudah berada didepanku. Matanya terlihat merah mungkin karena menangis. Ia tidak bisa bicara karena mulutnya aku ikat dengan kain.

“hhhhmmmpp hhhhmmpp” Ada yang ingin ia katakaa tapi terhalang oleh kain itu.

“mungkin ia lapar” pikirku. Kemudian aku keluar untuk mengambilkan sedikit makanan.

 

Yuna POV

“hey lepaskan ikatanku bodoh!! Aku ingin ke kamar kecil!” aku mencoba berteriak. tapi sekencang apapun aku berteriak ia tidak akan mengerti karena mulutku ditutup dengan kain. Dia hanya melihatku dengan tatapan kosong lalu keluar dan mengunci pintu kamar. Rasanya aku ingin menangis menahan derita ini. Aku sungguh tidak tahan ingin ke kamar kecil.

Aku meringkuk di bawah tempat tidur sambil membayangkan awal pertama aku dan Jonghyun ssi bertemu. Aku tidak menyangka bahwa ia adalah suruhan musuh appaku. Padahal awalnya aku kira ia adalah orang yang baik, walaupun orangnya agak sedikit kaku.

Aku berdiri melihat keluar jendela. Dan aku sangat terkejut melihat di luar hanya terlihat pepohonan rindang.

“ini bakal buruk, sepertinya tempat ini jauh dari pemukiman! Othoke?”

Ckreeek.. pintu terbuka. Ternyata Jonghyun ssi membawa sarapan pagi.

“kau lapar bukan?” Jonghyun ssi meletakkan makanan itu diatas tempat tidur.

Ia mendekat ke arahku dengan tatapan dingin. Aku ketakutan dan mencoba menjauh darinya. Aku takut ia akan berbuat hal yang tidak aku inginkan. Ia terus mendekatiku. Kemana aku berlari dia terus mengikutiku. Aku seperti bermain kucing – kucingan dengannya. Namun akhirnya dia berhenti.

“hey kau tidak akan bisa makan dengan kondisi seperti itu”

Rasanya mukaku memerah menahan malu. aku kira ia akan melakukan hal yang tidak – tidak. Akhirnya akupun mendekatinya. Tapi ternyata ia hanya membuka ikatan mulutku saja.

“tolong bawa aku ke kamar kecil! Aku sudah tidak tahan?” hanya itu yang ingin aku ucapkan padanya.

“tapi aku tidak bisa begitu saja mempercayaimu”

“jebal Jonghyun ssi” aku mengeluarkan jurus aegyo ku

“baiklah tapi aku tunggu diluar”

“ne, kkaja! Dimana kamar kecilnya?”

Aku mengikutinya dari belakang. Aku baru menyadari bahwa ia tampak berbeda. Aku melihatnya dari atas ke bawah. Ia tidak memakai jas hitam – hitam seperti awal aku bertemu dengannya. Sekarang ia hanya memakai kaos putih tipis dan jeans biru dengan beberapa gelang ditangannya.

“kenapa kau melihatku seperti itu? Cepat masuk!” jonghyun ssi membuyarkan lamunanku. Ia melepaskan tali di tanganku.

Saat aku dikamar kecil aku mendengar seperti banyak orang yang datang.

“hey kau bisa cepat tidak!” nada bicara Jonghyun berubah cemas.

“sebentar lagi”

Aku membuka pintu kamar mandi dan kulihat Jonghyun berdiri di depan ku. Ia memegang tanganku dan kembali mengikatnya dengan tali. Ia menuntunku naik kembali kekamar.

Ia berdiri didepanku yang duduk diatas tempat tidur.

“kau pasti lapar. Makanlah!”

“bagaimana aku bisa makan dengan tangan terikat seperti ini?”

Ia mengambil sandwich dan menyuapinya ke mulutku.

“aku bukan anak kecil tahu!! Lepaskan ikatanku babo!!” aku sudah sangat kesal dengannya padahal ia tadi mengizinkanku melepas ikatanku.

“kalau tidak mau kau bisa makan dengan caramu sendiri kalau bisa”

Aarrrrghh.. Namja ini sungguh menyebalkan!

“baiklah” aku menurutinya karena jujur aku snagat lapar sekali.

Ia perlahan – lahan menyuapi sandwich yang rasanya lumayan enak. Belum habis sarapanku tiba- tiba seseorang mengetok dari luar.

Tok tok tok..

“Jonghyun bos heechul memanggil kita” seorang namja tinggi dan tampan muncul dari balik pintu.

“baiklah minho” tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya ia berdiri dan mengunciku sendiri didalam kamar. Aku penasaran apa yang mereka bicarakan diluar. Aku berdiri didepan pintu dan menempelkan telingaku. Aku samar – samar mendengar suara serak pria yang sedang berbicara.

“Aku akan meninggalkan 5 suruhan ku untuk membuang gadis itu ke jurang besok malam. Tugas kalian berdua hanya mengawasi saja! Apabila gagal lihat saja apa yang akan terjadi pada kalian! Araseo?”

“DEG” jantungku berdetak dengan cepat, bulu kudukku meremang dan keringat dingin membasahi bajuku.

“Apa yang harus aku lakukan?? Appa aku takut”

 

To be continued…

ini FF pertama yang aku publish. Sorry banget kalo jelek dan rada gak jelas. Jangan ragu – ragu buat komen dan kritik. Thanks buat Wiga & Fresa yang jadi editor dadakan (saranghae!) and thanks buat reader yang udah baca! Komen dan kritiknya yaaaaaaaaaa!! Mmuach..

 

 

 

 

 

 

 

 

10 responses

  1. annyoeng lia unn🙂

    aku mau kenalan dong^^

    si lia unn *waduh, bingung ane, namanya sama (lia ‘keylion’)bilang katanya unn orangnya baik^^

    08/11/2010 at 12:47

    • hehehe iya boleh2 sayang🙂
      kita ngbrl di YM aja.
      add YM eonni cabe_ijoo

      08/11/2010 at 15:25

  2. ika

    hahahahaha
    seru sil ceritany..
    ngakak kalo ngebayangi si hee chul.
    TOP
    hahahahaha
    d tunggu sambunganny :*

    16/12/2010 at 15:04

    • hohoho makasih kaiii😀
      sabaaar yooo !!

      16/12/2010 at 15:40

  3. echi bebex

    hahahaaaaaa…
    ajummaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,liaaaaaaa….

    wakakkaaaa.
    tapi keren sichh..
    eumm…
    prasaan yang terkenal; dengan ketidak-on-time-nya itu kau deh ajumaaaaaaa………

    17/12/2010 at 06:34

    • whaaat???
      gw???
      gak kebalik tuuuh???😀

      thanks udah komen yoo halmoni!!
      saranghae :*

      17/12/2010 at 10:44

  4. sakamotofuresa

    part 2 ny kapan sih ini?

    20/12/2010 at 14:47

    • iya lagi proses nih babe😀
      tunggu kayak 3 hari lagi lah yaa??
      seharusnya judulnya gw ganti yang semalem tu deh??
      hahaha

      20/12/2010 at 15:12

  5. rhiezhona

    seru ceritanya chingu….

    suka bacanya ^^

    17/02/2011 at 13:43

    • waaaah gomawoo thankyouu udah baca dan komen🙂

      24/02/2011 at 12:39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s